Pantai Menganti Kebumen

Kabupaten Kebumen, khususnya wilayah selatan memiliki potensi wisata yang beragam dan sangat mempesona. Potensi wisata Kebumen yang menjadi primadona bagi wisatawan baik lokal ataupun yang berasal dari luar daerah adalah wisata pantai. Sangat beragam pantainya, dari arah timur ada Pantai Bocor, Pantai Petanahan, Pantai Suwuk, Pantai Karangbolong, Pantai Menganti dan Pantai Logending atau Pantai Ayah. Pantai Menganti Kebumen (dok.pribadi) Minggu (29/12/13) saya beserta anak berkesempatan mengunjungi Pantai Menganti, sebuah pantai yang berada diantara Pantai Karangbolong dan Pantai Logending atau beberapa orang sering menyebutnya Pantai Ayah. Meluncur dari arah timur melewati Jalan Daendels, terlihat Pantai Suwuk padat oleh pengujung dengan mobil berjejer ditempat parkir. Gerbang Pantai Karangbolong juga kulewatkan, karena beberapa minggu yang lalu baru berkunjung ke Pantai Karangbolong. Jalur menuju Pantai Menganti termasuk jalur yang menantang, sehingga dibutuhkan kewaspadaan dalam mengendalikan kendaraan. Jalan naik turun dan tikungan tajam mewarnai perjalanan untuk dapat menikmati pesona keindahan Pantai Menganti. Namun demikian, sejauh mata memandang kita disuguhi bukit atau pegunungan yang asri dengan udara yang sejuk. Sangat fantastis, dari jalan yang kita tempuh tepat di atas bukit, kita dapat melihat birunya laut dengan panorama alam pantai yang sangat menawan. Butiran pasir berwarna putih menambah keelokan pantainya. Puluhan perahu nelayan berjejer ditepian pantai menjadi daya tarik yang sangat luar biasa. Rasanya ingin segera sampai dipantai, menikmati deburan ombak menerjang karang-karang yang begitu tegar. Puas menikmati panorama pantai dan pegunungan dari atas bukit, bergegas menuju pantai dengan perlahan menuruni jalanan curam dengan jurang yang ada di sebelah kanan kirinya. Harus ekstra hati-hati untuk dapat menuju pantai yang sangat indah ini. Ketika sampai di lokasi, posisi jarum jam tangan tepat di angka sepuluh. Pengunjung sangat ramai, terlebih disekitar pantai juga terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Kedai-kedai penjual makanan minuman banyak dikunjungi oleh pembeli yang ingin menikmati pesona pantai sambil makan dan minum. Usai melepas dahaga dengan minuman kelapa muda, menyusuri pantai sambil menikmati deburan ombak menjadi hal yang tidak dapat ditinggalkan. Batu-batuan dan karang banyak terdapat di pantai ini terutama bagian timur, sehingga beberapa pengunjung harus sangat berhati-hati. Di belahan pantai bagian barat didominasi warna putih dari butiran-butiran pasir yang ada dipantai. Pantai yang berpasir putih inilah yang menjadi pembeda diantara Pantai Menganti dengan pantai-pantai lain yang ada di Kebumen.images

Advertisements

The effect of eating instant noodle

What are the effects of eating instant food(like instant noodle)?
Generally, instant noodle claimed many people is not good variety of food. Because instant noodle candle lining contains. Candle lining contains difficult to absorbed by body and needs two day to turn out of body.
Because of that, many people prohibit society in order to apply space two days after consume instant noodle to eat again. They also mention that consume instant noodle for long time can cause a cancer, because of heap candle in alimentary canal. And you must also attention dye using in product instant noodle. Every day you can see dye using product of yellow color, tartrazine product of yellow has negative effects to our health associated with asthma. But if you consume instant noodle not too much that is no problem to you.
In addition instant noodle often eaten with rice, whereas instant noodle if eaten with rice that is very dangerous. Because, instant noodle and rice has same carbohydrate contain and high calorie. If you consume for long time can make fat and also raise the risk of diabetes . beside of that how to safely consume instant noodle you just add to vegetables or egg.
Also many research said that instant noodle accelerate aging, cause of candle contains. While many people said why they choose instant noodle.
1. The price is cheaper. So, many people like to consume instant noodle, superior from less society, student, and children boarding.
2. Because of full activities, they have not time to cook for their family and their self.
3. The taste is delicious and has many variants of taste.
That is the reason from eating instant noodle and benefit of consume instant noodle. but you must apply to space and consume not too much. You must try to change your habitual consume instant food like instant noodle.

Who’s taking the children

Who’s taking care of the children
Generally women in the world has a job, same in the USA and Indonesia . In the USA over 70% of women with the children under 18 Have another job besides that of mother and homemaker. That is different with Indonesia, but in Indonesia 35% of women with children under 18 have another job beside that of mother and homemaker.
The reason why the woman in the world must have a job is monetary factors, so women has another job besides that of mother and homemaker. Although it is sometimes difficult, woman are strong.
Therefore in USA husband as exclusive breadwinner and the wife as a stay-at-home morn caring the children today account for only 7% of the population in the USA. And another reason that woman are strong and long old so her husband just stay at home and arrange all of their children and home. That is different with Indonesia, many husband has a job in Indonesia until 65% of the population.
Although different USA and Indonesia has similarity are has many variation family, has same strategy to arrange their schedule at home, and watches children when the children when the parent work.
And in the end that we know all similarities about taking care of the children in USA and Indonesia also has the differences.

National examination should be abandoned

National examination should be abandoned
Good morning Ladies and Gentlemen,
I would like to tell you about national examination should be abandoned. From my experience with my friend after doing our national examination there are many problems in the execution of national examination 2013. The problem is to use 20 packets of the question. It has a high degree of difficulty because the question is not under stable and it was the first time held in Indonesia about 20 packages. Surely, national examination has negative effect to graduation rates. And because of the 20 packages a lot of dishonest in the form of answer key.
How do you feel when you hear national examination?
Based on the latest data issued by, Ministry of education and culture, Muhammad Nuh. Rates of pass graduate for senior high school are 99, 48 % from 99, 5 % so, that is decrease 0, 02 % from last year.
National examination is not effective because it be the biggest determinant in graduate the student.
I believe that national examination should be abandoned because it is not effective and very expense also influences psychology the student.
I would like to talk about national examination is not effective.
First of all, national examination held in the end of the class 3 and determined during a 3 days While, the student must learn in 3 years. And I think that is not logically because, half of the student cannot remember the entire lesson. Then in every province has different standard of the learning system. So, the student gets difficulty to understand the question also the question as well as being made by the central government.
Beside of that, distribution of the question has constraints as late, the question was broken, or arrive but confused with other areas. That is always happening in ever year. So, cause the cheating in national examination scores. Then the student should be explored theirs creativity but, in nowadays the student only focus on exercises.
Secondly, national examination has a negative effect to the student psychology because students is depressed and forced to be doing a national examination. Ordinary student can explore their creativity but before the exam students only focus on exercise. Students also learn to follow the guidance so that students feel burdened with their dependents.
Finally, national examination should be abandoned because it has a negative effect to the future of the student. That is happen when the student failed of the national exam. So, make the student frustration, often we hear because students do not pass exam their suicide reckless. Let alone a national exam that cannot be repeated. So that student difficult to get a job because, the requirement to get a job is pass examination. And certainly, that is very dangerous to the future of students.
In summary, I would like to emphasis that national examination should be abandoned because it is not effective and much burdened with their dependents.

Jenis sayuran yang kaya akan protein

Sayuran biasanya dikenal kaya kandungan vitamin. Entah itu vitamin A, vitamin B, vitamin C, atau vitamin E dan vitamin K. Namun, selain memiliki kandungan vitamin, sayur juga punya banyak mineral dan nutrisi lain.

Salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah protein, dan biasanya protein ini bisa diperoleh lewat ikan-ikanan, daging, dan lain sebagainya. Adalah Emily Gilbert, RD, seperti dilansir Womenshealthmag, yang memaparkan kandungan protein yang bisa ditemukan pada sayuran. Menu ini bisa disajikan apabila Anda adalah vegetarian atau bahkan sedang menjalankan detoks sayuran dan tidak mengonsumsi aneka daging-dagingan.

 

Pun demikian, ada satu hal yang perlu diingat. Protein yang berada dalam sayuran tidak mengandung semua asam amino essensial, sehingga tidak semua kebutuhan asam amino dapat dicukupi olehnya.

Beberapa sayuran yang mengandung protein, sebagai berikut:

 

Kacang polong

 

Ada kandungan protein pada kacang polong. Anda bisa mendapatkan asupannya ini melalui kacang polong yang ditambahkan dalam salad, sup merah, dan lain sebagainya.

 

Bayam

 

Bayam selain kaya betakaroten, juga kaya kandungan protein. Bayam bisa disajikan sebagai sayur bayam, tumis bayam, atau juga dijadikan jus atau isi cake.

 

Kentang rebus

 

Kentang memiliki kandungan protein yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsinya sebagai menu sehat. Disarankan agar mengolahnya dengan cara kukus atau dicampurkan sebagai salah satu potongan sup.

 

Brokoli

 

Nah, siapa sih yang tak suka dengan sayuran yang satu ini? Disajikan dengan cara diolah apapun, brokoli menjadi sayuran yang lezat dan sulit ditolak.

 

Jagung

 

Secara teknis, jagung bukanlah sayur namun merupakan biji-bijian. Namun, jagung punya kandungan karbohidrat, sekaligus protein yang dapat dijadikan bahan makanan sehari-hari yang menyehatkan.

 

Dipadukan dengan berbagai sayuran dan bahan makanan lain, Anda bisa memetik semua manfaat sehat dari sayuran di atas.

MAKANAN SEHAT

 

Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Pedas, Berbahayakah?

 

Minum Minyak Ikan Bikin Pintar, Mitos Atau Fakta?

 

7 Makanan Enak Tapi Bikin Kembung

 

Kacang-Kacangan Ini, Nih yang Bisa Bikin Anda Panjang Umur

 

10 Rekomendasi Makanan Sehat Untuk Makan Malam

(vem/bee)


jenis-sayuran-yang-kaya-kandungan-protein

jenis sayuran kaya akan protein

Perempuan Boleh Memegang Posisi Apapun

Jalaluddin Rakhmat:
“Perempuan Boleh Memegang Posisi Politik Apapun”
oleh Redaksi
images
Sidang Istimewa telah berlalu. Gus Dur telah meninggalkan istananya. Namun, naiknya Megawati menjadi Presiden ke-5 menampakkan ironi yang kasat mata. Dua tahun lalu, Mega yang memenangkan pemilu 1999 dijegal langkahnya untuk menjadi presiden dengan alasan gender. Ironisnya, sang penjegal dengan berapi-api menutupi kedok politknya dengan menggunakan alasan agama. Kini, sang penjegal itulah yang mengantarkan Mega meraih singgasana presiden. Bahkan, tidak saja mengantarkan, tapi juga mem-back up Mega untuk menjadi wakilnya.Berikut ini adalah hasil diskusi di seputar tema Kepemimpinan Perempuan dalam Islam bersama Nong Darol Mahmada dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Dr. Jalaluddin Rahmat, Direktur Yayasan Mutahhari.Kang Jalal, sebenarnya bagimana ajaran Islam menyikapi persoalan kepemimpinan perempuan, khususnya melihat naiknya Megawati menjadi Presiden?

Saya melihat hal itu hanya suatu perubahan politik saja. Maka, bagi saya, wacana perempuan boleh atau tidak boleh menjadi presiden adalah bukan wacana teologis atau wacana syar’iyyah. Itu hanya wacana politik. Kalau pun toh mereka bisa disebut maju, itu demi kepentingan politik sesaat mereka saja. Itu membuktikan bawa wacana politik selama ini telah mendominasi wacana keislaman kita.

Kita memang tidak membicarakan wacana politis di sini. Kita ingin mengetahui apakah dalam Islam itu sebenarnya perempuan boleh menjadi presiden?

Saya dari dahulu sudah mengatakan no problem soal kepemimpinan perempuan. Saya menulis beberapa artikel yang mengritik penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis yang menandaskan ketidakbolehan perempuan menjadi pemimpin. Saya pernah bertemu Sayyidatul Siraj, dan saya menghadiahi beliau sebuah buku mutaakhir yang ditulis oleh seorang ulama dari Lebanon Syaikh Syamsuddin. Judulnya al-Haqiyyatul Sulthoh as-Siyasiyatul li-Nisa’, yang artinya “Kebolehan seorang Perempuan untuk Memegang Kepemimpinan Politik.”

Karena kalau kita membicarakan apakah perempuan boleh menjadi pemimpin, pertanyaannya pemimpin apa ini? Apakah ia tidak boleh menjadi kepala sekolah, camat dan lain-lain. Tidak boleh menjadi pemimpin politik itu bagaimana batasnya. Akhirnya dibatasi lagi, menjadi menteri, gubernur atau jadi bupati boleh, kecuali presiden. Ternyata, berdasar buku itu, dari para ulama mutaakhir, saya mendapat penjelasan dari dua sisi. Saya ambil saja kesimpulannya di ujung bahwa seorang perempuan boleh saja menjadi pemimpin politik apa pun. Dalam kaidah ushul fiqh, kita tidak boleh “membatasi yang umum menjadi yang khusus kalau tidak ada keterangan yang spesifik.”

Tapi seringkali argumen mengunakan ayat yang dijadikan dasar untuk menolak perempuan menjadi pemimpin adalah surah an-Nisa ayat 34: ar-rijalul qawwamuna ‘ala nisa’.

Pembicaraannya sangat panjang. Saya harus mengutip berbagai tafsir mengenai qawwamuna ala nisa’. Apakah qawwam itu berarti pemimpin.

Pertama, menurut sebagian ulama tafsir, konteks qawwamuna alannisa’ itu dalam konteks keluarga. Sambungan ayat itu disebutkan laki-laki sebagai pemberi nafkah kepada isterinya. Itu saja jelas menunjukkan konteks ayat tadi adalah keluarga. Itu pun dengan syarat si laki-laki memberikan nafkah. Saya ingin kalau mengambil ayat al-Qur’an itu jangan sepotong-potong. Kemudian kita artikan laki-laki adalah pemimpin perempuan.

Oke, dia pemimpin perempuan karena ia memberi nafkah kepada isterinya. Kalau menurut ulama ushul fiqh, hukum itu berjalan sesuai dengan illatnya; al-hukmu yadullu ma’a ‘illati wujudan au adaman. Hukum itu tergantung kepada illatnya. Apa sebabnya laki-laki itu menjadi pemimpin isterinya dalam keluarga karena dia memberikan nafkah. Kalau dia tidak memberi nafkah bisa jadi perempuan adalah pemimpin bagi suaminya.

Tapi, saya sebenarnya agak keberatan juga mengartikan kata qawwamuna dengan makna pemimpin. Argumentasinya memerlukan penjelasan yang terlalu panjang.

Tentang Mega?

Saya bukan tokoh politik dan saya tidak berkepentungan apakah Mega menjadi presiden atau tidak. Saya menyatakan bahwa halal saja perempuan menjadi presiden dan menjadi pemimpin apa pun. Saya banyak memberi contoh dalam nomenklatur Al-Qur’an. Al-Qur’an bercerita tentang Sulaiman dan Ratu Bilqis. Kemudian di dalam sejarah Islam, yang mendirikan Universitas Al-Azhar adalah Dinasti Fathimiyyah. Karena dulu dinasti itu dipimpin oleh seorang ratu dan ratu itu adalah perempuan, kalau kita berdebat soal semantik dan penggantinya pun permpuan. Di dalam sejarah Indonesia pun dikenal beberapa orang ratu. Ada juga ratu dalam lingkungan Kerajaan Islam. Dan itu bukan tradisi baru muncul istilah ratu.

Ada juga hadis yang menyatakan bahwa bila suatu negeri dipimpin oleh seorang perempuan, maka hancurlah negeri itu. Hadis ini diriwayatkan oleh Abi Bakrah. Bagaimana menurut Anda?

Secara singkat dan konvensional dalam ilmu hadis, kalau kita menguji keabsahan suatu hadis, maka kita dapat mengajukan dua kritik: kritik sanad (rawi/mata rantai pembawa hadis) dan kritik matan. Saya menawarkan satu lagi, yaitu: kritik historis, kita harus meneliti latar belakang politis orang yang membawakan hadis tersebut.

Dalam sebuah seminar hadis di Yogyakarta, saya bahkan menyatakan dua kritik lagi: yakni selain kritik historis, juga ada kritik hermeneutik. Dalam kritik sanad saja, hadis tersebut lemah. Biasanya dalam ilmu hadis, kalau dilihat sanadnya saja sudah lemah, maka langsung dibuang. Tapi, kenyataannya, hadis itu tetap saja dipakai tanpa memperhatikan jalur periwayatannya.

Kemudian dari segi isi (matan) hadis, kita punya alasan untuk meneliti konteks hadis tersebut diceritakan. Soal kritik historis, ada contoh hadis lagi. Imam Ali ra: mengritik sekelompok orang yang menjadikan perempuan sebagai pemimpinnya. Beliau kritik habis-habisan dengan menyamarkan nama perempuanya. Dalam konteks sejarah (historis), Imam Ali sebenarnya berbicara dalam hubungannya dengan Aisyah. Waktu itu, Aisyah menjadi pemimpin politik yang melakukan perlawanan dengan Imam Ali. Dan Imam Ali mengritik pengikut Aisyah dengan menggunakan kata perempuan.[]

Komentar Masuk (3 komentar)

saya tadi mendengar kalau hadist itu harus di tafsiri dengan melihat konteks ketika hadist itu di turunkan, dengan kata lain kita bisa menafsiri dengan hermeutika, berpijak dari sini kita pun bisa mengatakan bahwa minum minuman keras tidak apa-apa jika dalam keadaan musim dingin, karena melihat kondisi sosial orang arab yang notabene zaman dahulu adalah panas…..saya ngga setuju dengan penafsiran yang sifatnya melihat konteks tek itu di turunkan, karena dengan kaidah itu akan menggugurkan banyak sekali ajaran-ajaran yang sudah di anggap qorh’i….

#1. bahak at 2009-10-27 20:44:58
Perempuan boleh memegang posisi politik apapun, asal :
– suaminya iklas
– anak-anak terurus dengan baik, baik jasmani
maupun spiritualnya
– tugas politik tidak terganggu dengan urusan
bulanan kewanitaan/ bersalin.Untuk yang telah berkeluarga sebaiknya fokus saja pada pendidikan anak. Mempersiapkan anak agar menjadi manusia yang berguna di masa depan jauh lebih mulia dari pada mengurusi partai dsb-nya.Laki-laki dan perempuan … ya bagi-bagi tugaslah. Sesuaikan dengan kodrat masing-masing !

#2. Hamdan Arfani at 2009-04-23 21:17:16
kepemimpinan yang membawa pencerahan, kedamaian dan kesejahteraan itulah yang kita dambakan. personnya siapa saja. toh dalam alam demokrasi, ada kontrol oleh pihak lain. beda dengan kepemimpinan tiran. perempuan boleh saja jadi pemimpin. kalo ada yang bilang, perempuan memimpin maka tunggu kehancurannya.itu gak logis. berapa banyak pemimpin dari laki2 yang bikin orang sengsara. para tokoh dibalik peperangan dan kediktatoran banyak dipegang laki-laki. contohnya seabrek.

#3. harjanto at 2008-08-27 11:50:05